Organisasi, Konflik? Siapa takut?!

Kali ini saya mengangkat suatu topik yang memang sudah jadi makanan sehari-hari di dalam sebuah organisasi, yakni konflik.

 

Hal seperti konflik pastilah ada di kehidupan ini, entah itu antar individu maupun antar instansi dan juga organisasi. Konflik bisa terjadi dikarenakan beberapa sebab seperti perselisihan dalam hal mengemukakan pendapat dan juga ide dalam sebuah penentuan keputusan, adanya ketegangan diantara beberapa pihak dalam organisasi terkait kinerja maupun beban mental  dan juga adanya kesulitan-kesulitan lain.

 

Dan sebuah konflik bisa saja sampai pada taraf terburuk dimana terjadinya sikap oposisi diantara satu individu dengan yang lainnya di organisasi dimana pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai pengganggu atau bahkan sebagai penghalang bagi mereka.

 

Viewers : Lalu.. bagaimana cara untuk menanggulangi hal tersebut agar tidak terjadi??

 

Konflik itu dapat terjadi dikarenakan adanya faktor-faktor yang berlainan, maka cara yang dilakukan untuk mengatasinya pun berlainan sesuai dengan penyebab konflik iitu terjadi.

 

Adapun cara-cara umum yang bisa kita ambil jikalau terjadi sebuah konflik yang dapat mengganggu dinamika organisasi kita ialah sebagai berikut :

 

–          Integrasi antar individu dalam kelompok, cara ini ialah cara yang paling terbuka. Dengan mengumpulkan semua individu dan mencari jalan keluar dari masalah ini dengan system musyawarah mufakat (integrating problem solving).

 

–          Pusatkan perhatian pada upaya memuaskan pihak lain daripada pihak sendiri, cara ini bisa dipakai dengan catatan pihak yang merasa dirugikan harus bisa menerima dengan lapang dada atas keputusan yang diambil demi terselesaikannya masalah dengan mengorbankan dirinya sendiri.

 

–          Forcing method (gaya memaksa), cara seperti ini bersifat paksaaan karena menggunakan legalitas formal dalam ppenyelesaian masalahnya.

 

–          Menghindar, cara ini bisa dilakukan jikalau memang sudah tidak mungkin lagi dilakukannya penekanan terhadap permasalahan yang terjadi.

 

–          Moderate method, dengan cara ini diposisikan seseorang pada posisi netral yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan juga orang lain.

 

Jadi viewers, tak usah takut dengan konflik yang terjadi dalam sebuah organisasi, hal seperti itu lumrah dalam organisasi. Tinggal bagaimana kita sebagai individu menyikapi hal tersebut sebagai tantangan menuju proses pendewasaan diri atau halangan? Tentunya itu adalah pemacu diri agar menjadi pribadi yang bisa menyelesaikan masalah yang ada dengan baik dan terarah.

 

“Hidup ini berisikan masalah-masalah yang harus diselesaikan, maka jika anda tidak bisa mengatasi masalah-masalah tersebut, untuk apa hidup?” – Adit Prasetyo –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s