Menjadikan organisasi sebagai tempat untuk belajar

Hi Viewers, jumpa lagi dengan tulisan baru, semangat baru untuk memajukan dunia social controlling anda.. Hehe.. Kali ini yang akan saya bahas adalah salah satu persepsi klasik yang sebetulnya malah menutupi kegunaan dari organisasi, dan bagaimana cara untuk mengoptimalkan organisasi bukan hanya sebagai tempat penyatuan arah ke suatu tujuan, tapi juga sebagai tempat untuk mengembangkan diri. Okay.. here we go!

Saat ini, sejauh mata saya memandang telah banyak bermunculan organisasi-organisasi yang kian lama kian menjamur di negeri kita ini, tentunya dengan konsentrasi yang berbeda di tiap bidang-bidangnya. Hal ini menjadikan sebuah organisasi terkesan sebagai tempat dimana orang-orang berkumpul untuk mencapai tujuan yakni melaksanakan apa yang ditargetkan dari organisasi itu sendiri, sebetulnya.. organisasi tidaklah hanya berorientasi pada tujuan, namun juga berorientasi pada pengembangan diri dalam hal kemampuan individu.

Mengapa seperti itu??

Karena pada hakikatnya manusia adalah bentukan makhluk yang senantiasa senang untuk meneliti dan juga belajar akan hal-hal baru. Dengan persepsi bahwa organisasi adalah tempat penyamaan tujuan, terkadang, kreasi dari dalam diri ataupun dorongan untuk menjadi seseorang yang inovatif menjadi berkurang dikarenakan pembatasan area kerja. Dan yang harus di bold kali ini ialah..

“kemampuan untuk terus-menerus belajar sepanjang hidup”

Sebagai tambahan, individu dalam sebuah organisasi memerlukan fleksibilitas, kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan, mampu beradaptasi, berpikir kreatif, motivasi-diri, dan memiliki kapasitas refleksi.

Viewers : Belajar ?

Yap! Benar sekali, proses belajar lah yang penting dalam sebuah organisasi. Karena dengan proses belajarlah inovasi-inovasi dalam organisasi dapat tercipta dan juga menjadikan organisasi yang ada menjadi organisasi yang tidak berfikiran sebodoh ini..
“ah, liat program kerja yang tahun lalu aja untuk tahun ini”
Oh man, kalo banyak organisasi berfikiran seperti itu tidak aka nada yang namanya pembaruan, inovasi dan kemajuan. Jadilah organisasi dengan orientasi berdasarkan lingkungan sekitar, karena apa? Dengan membaca keadaan lingkungan sekitar kita dapat menentukan langkah apa yang akan diambil guna menjadikan organisasi ini sebagai organisasi yang tak lekang dimakan waktu dan zaman karena kita mengikuti perkembangan zaman.
“ Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Peter Senge, 1990)

“Jangan pernah takut untuk berinovasi, sesungguhnya semua yang ada saat ini adalah mimpi-mimpi konyol para penemu di masa lalu yang pantang menyerah untuk mewujudkan mimpi konyolnya itu” –Adit Prasetyo-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s