Kekuasaan, Organisasi.. jangan sampai salah arah!

Viewers, bicara tentang organisasi, pasti juga bicara tentang struktur bukan? Bicara pula tentang struktur, pasti ada pemimpin-pemimpinnya bukan? Bentukan tulisan iseng-iseng saya kali ini akan membahas tentang apa saja tantangan terberat yang akan dihadapi seorang pemimpin ketika ia mejalankan hak dan kewajibannya sebagai kapten dari nakhoda-nahkoda organisasinya? Serta realita yang ada sekarang ini terkait masalah kekuasaan.. Kita akan bahas sekarang juga!

 

Pemimpin, kata inilah yang saya fikirkan.. sebuah kata yang begitu lekat akan kekuasaan dan juga pergerakan. Bagaimana tidak, seluruh tindak tanduk sebuah organisasi harus diletakkan kepada pemimpin sebagai penentu akhir dalam melaksanakan seluk beluk kerja keorganisasian. Disinilah peran pertama seseorang yang bergelar pemimpin dari suatu kelompok massa dan juga kewajiban pertama seseorang pemimpin.

 

“I’am the king, I’am the leader of this organization.. I……”

 

Nah merujuk pada kalimat yang saya bold diatas.. yang nampaknya belum selesai tapi sudah terlanjur saya kutip.

 

“mengapa saya menulis kalimat yang kurang jelas dan tidak lengkap seperti itu??”

 

Jawabannya ialah karena kita tidak tahu apa yang ada di fikiran pemimpin setelah ia menjadi seorang pemimpin.. Yaa.. dia adalah rajanya disitu dan juga memang dia yang menjadi puncak di organisasi itu, namun pertanyaannya adalah setelah itu…

 

“Dia akan jadi apa disitu? Akan seperti apa dia setelah ia tahu tugas dia?”

 

Jawabannya relatif.. dia bisa saja menjadi seseorang yang arif dan bijak dalam menentukan keputusan untuk organisasinya atau sebaliknya dia akan memanfaatkan kekuasaannya itu demi kepentinga dirinya sendiri.. inilah hambatan terbesar seorang pemimpin.. yakni “HAWA NAFSU”

 

Setiap pagi saya menonton tv di acara berita acap kali tersiar.. Korupsi melanda instansi pemeritah, polisi dan KPK akan menindak lanjuti hal itu.. dengan sepiring nasi uduk yang saya makan di pagi hari saya perhatikan tayangan itu dengan seksama.. Astaghfirullah.. Mereka sudah dipercayai oleh orang layaknya saya yakni rakyat biasa.. namun begitu teganya mereka.. begitu biadabnya mereka.. ya ampun.. #kemudianhening

 

“LAGI LAGI HAWA NAFSU BERMAIN DISINI, astaga.. mau jadi apa negeri ini??”

 

Itulah hambatan general yang ga perlu saya pecah-pecah menjadi sub-sub yang lebih kecil lagi.. memang hanya itulah penyebab dari semua kebobrokan sistem pemerintahan sekarang ini.

 

Sebagai seorang pemimpin hendaknya mampu menjaga hawa nafsu dan tidak terjerumus ke dalam “lahan basah”

 

“oke, disini anda senang dengan kekayaan anda yang berlimpah dari cara tak halal, tapi nanti? di akhirat?”

 

Wallahu Alam Bisshawab..

 

semoga ini menjadi pembelajaran buat kita , sebetulnya saya benci dengan kata pembelajaran itu karena apa yang mau dijadikan pelajaran orang nyatanya tetap saja masih banyak yang melakukan hal itu. Dewasalah wahai pemimpin-pemimpin yang masih berkecimpung di lembah iblis.. Istughfar..

 

“Buaya ya buaya.. Kadal ya kadal.. Jangan memanipulasi dua binatang itu” – Adit Prasetyo –

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s